Senin, 24 September 2012

Pesan Untuk Para Alumni

Posted by YAPISMA On 9/24/2012 04:41:00 PM | No comments



بسم الله الرحمن الرحيم . السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين والعاقية للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين . أما بعد



Anak-anakku alumni YPI Miftahurrahman yang tercinta.
Berkat rahmat Allah jualah anak-anakku berhasil menamatkan pelajaran dan menerima pendidikan di Yayasan Pendidikan Islam Miftahurrahman. Kini anak-anak berhak menyandang gelar alumni YPI Miftahurrahman tanpa ragu. Maka bersyukurlah kalian ke hadirat-Nya dengan terus bermujahadah untuk menambah bekal hidup kalian di masyarakat yang luas bagaikan samudra yang tiada bertepi. Sebagai alumni YPI Miftahurrahman, anak-anakku berkewajiban meneruskan estafet perjuangan almamaternya. Gelorakan semangat jihad dalam lubuk hati kalian di mana saja kalian berada, sebab hidup adalah perjuangan. Alhayatu hiyal jihad, fala hayata illa biljihad. Dan ikhlaskanlah dalam melakukan perjuangan. 

Anak-anakku alumni YPI Miftahurrahman yang kubangggakan.
Kalian telah mengukir sejarah kehidupan di Yayasan ini dengan tinta emas. Pengukiran sejarah kehidupan kalian dalam menuntut ilmu di pondok pesantren tercinta ini telah selesai untuk sementara waktu. Hari-hari masa lalu kalian itu telah merekam begitu banyak peristiwa yang sulit rasanya dilupakan begitu saja. Kenang, dan kenanglah masa-masa indah saat kalian belajar bersama di ruang kelas, saat kalian berbondong bersama menuju masjid untuk bersujud di hadapan Sang Pencipta. Saat-saat bahagia di kala makan bersama walaupun lauknya sederhana, saat berpuasa Senin-Kamis bersama, saat yang begitu mengesankan dan menyenangkan untuk setiap insan yang menyadari makna sebuah persaudaraan. Orang tuapun suatu saat terlupakan karena keakraban dengan teman-teman. Tidak jarang kepiluan, kesedihan dan kegundahan tertumpahkan pada teman sekamar dan sekelas, untuk sekedar berbagi rasa atau bercurhat. Hari-hari indah itu segera berakhir sementara. Episode mata rantai perjalanan masa lalu kalian itu suatu saat nanti mungkin akan terkuak dan muncul ke permukaan, tergores kembali kilasannya dalam lintasan lamunan kalian di saat kalian sedang tergolek di atas ranjang. Mungkin linangan air mata itu nanti mungkin begitu berarti dalam menerjemahkan kerinduan untuk kembali berjumpa menjalani kebersamaan seperti sedia kala, ketika kalian masih di Yayasan.

Anak-anakku alumni YPI Miftahurrahman yang kubangggakan.
Suatu saat nanti, kalian akan bertebaran ke berbagai penjuru bumi. Mungkin kalian tidak akan lagi hidup dalam lingkungan pesantren. Namun harapan kami, di manapun kalian berdomisili, hendaknya predikat santri jangan dicampakkan begitu saja. Jadilah kalian santri abadi yang konsisten dengan Panca Jiwa Pondok Pesantrennya, walaupun kalian tidak tinggal di lingkungan pesantren. Hidup di dunia ini hanya sekali, maka jadikanlah kehidupan ini penuh arti, sarat makna. Makna hidup seorang muslim bukanlah sekedar survival for the fittest, sekedar untuk mempertahankan eksistensi. Setiap nafas hidup seorang muslim hendaklah mempunyai nilai dan arti. Eksistensimu hanyalah bermakna selama kalian masih punya pengaruh, keberadaanmu menjadi perhitungan untuk orang lain, bukan hanya barang rongsokan yang hanya akan menambah sesaknya makhluk di planet bumi, yang masuknya tidak menggenapkan dan keluarnya tidak mengganjilkan, yang wujuduhu ka adamihi. Bukan, sekali-kali bukan. Makna hidup seorang muslim juga tak lepas dari dimensi ibadah yang esensi, sebab di telinganya selalu terngiang firman-firman Allah. Pengertian ibadah bukanlah terbatas pada amaliyah semacam shalat, dzikir, membaca Al-Quran dan acara ritual lainnya. Setiap muslim yang melakukan pekerjaan baik untuk mengaktualisasi kemuslimannya sebagai makhluk Allah, maka ia sudah melakukan ibadah kepada-Nya, walaupun hanya sekedar menyingkirkan duri dari jalan, agar tidak diinjak orang.

Anak-anakku alumni YPI Miftahurrahman yang tercinta.
Kalian adalah alumni YPI Miftahurrahman yang berbasis Pondok Pesantren. Pondok Pesantren itu berkonotasi Islam. Islam bukan hanya sekedar seperangkat konsep ideal, tetapi juga suatu amal praktikal yang akan tetap aktual. Islam bukan hanya agama langit, tetapi sekaligus adalah agama yang membumi, dalam arti dapat diwujudkan segala konsepnya dalam kehidupan di muka bumi. Suatu hal adalah pasti, bahwa Islam sangat menghargai budaya amal. Maka beramallah dan bekerjalah karena budaya kerja dalam Islam bukan sekedar pajangan alegoris, penghias retorika, pemanis bahan pidato. Bekerja (beramal) menurut Islam merupakan fitrah dan salah satu identitas manusia, sehingga bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip tauhid dapat meninggikan martabat manusia yang mengelola alam ini sebagai bentuk dari cara dirinya mensyukuri rahmat Allah Rabbul Alamin. Maka jelaslah dalam pandangan Islam, bahwa manusia yang enggan bekerja, malas dan tidak mau mendayagunakan seluruh potensi diri untuk menyatakan keimanan dalam bentuk amal kreatif, sesungguhnya dia itu telah melawan fitrah dirinya sendiri, menurunkan derajat identitas dirinya sebagai manusia, untuk kemudian runtuh dalam kedudukan yang lebih hina dari binatang.

Anak-anakku alumni YPI Miftahurrahman yang kubangggakan.
Kami berpesan, pertahankanlah prinsip-prinsip hidup yang baik yang telah ditanamkan oleh almamatermu selama sekian tahun di kampus YPI Miftahurrahman ini. Janganlah kalian kehilangan tongkat dan jangan pula kalian melupakan kiblat. Kobarkan selalu semangat menuntut ilmu di manapun kalian berada. Sadarilah bahwa ilmu Allah itu bertebaran di mana-mana. Ilmu Allah tidak hanya terdapat di pondok-pondok pesantren, di lembaga-lembaga pendidikan, di majelis-majelis talim, di perguruan-perguruan tingggi saja. Di laut ada ilmu, di hutan ada ilmu, di gunung ada ilmu, di mana-mana ada ilmu. Burulah, kejarlah dan tuntutlah walau sampai ke negeri Cina, sampai kalian masuk ke liang kubur. Janganlah hari-hari kalian dibiarkan berlalu tanpa diisi dengan semangat keilmuan. Gambaran seorang muslim terhadap ilmu bukanlah gambaran tentang laboratorium, ruang kuliah atau meja belajar belaka. Janganlah berkecil hati lantaran kalian tak lagi punya peluang untuk berkuliah. Semangat keilmuan tidak hanya diperoleh dengan cara berkuliah. Mengajar anak-anak kecilpun termasuk semangat keilmuan. Maka janganlah kalian menganggur, ajarkanlah ilmu yang telah kalian peroleh. Niscaya ilmu kalian akan berkembang biak. Berbeda dengan harta. Harta itu bila dikeluarkan akan berkurang, tetapi ilmu itu kalau diajarkan kepada orang lain justru akan bertambah.

Semoga episode hidup yang cuma sekali-kalinya dan hanya sekerdip mata di dunia ini, dapat kalian lalui dengan cemerlang, sebagai makhluk yang bermartabat yang penuh manfaat. Sehingga kapanpun kalian didatangi malaikat Izroil, semoga kematian kalian adalah akhir dari kehidupan yang memuaskan dan penuh kehormatan, setelah berupaya mempersembahkan yang terbaik yang dapat dilakukan, yang Insya Allah bermakna bagi dunia dan akhirat kalian.

Selamat berjuang, semoga kesuksesan mengakrabi kalian.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


ENCE FAROOHANAL AZMAN, M.Pd.I
Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Miftahurrahman

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

Pendaftaran Online

Bagi para orang tua yang hendak menitipkan putera/puterinya di Yayasan Pendidikan Islam Miftahurrahman Tasikmalaya silakan isi Formulir Pendaftaran di sini

REKENING DONASI

BNI 10130-01-57-003806-1 an. PSAA Miftahurrahman
BCA 0540695253 Atas Nama Ence Faroohanal Azman